Jenis-Jenis Burung Kedasih Yang Ada Di Indonesia

Burung kedasih atau di beberapa daerah di Indonesia sering disebut dengan cirit uncuing ialah burung yang dilingkupi mitos yang sangat menyeramkan. Betapa tidak, banyak orang yang percaya, burung kedasih ini kerap menandakan akan datangnya kematian pada seseorang. Oleh karena itu, tidak banyak orang yang ingin untuk memelihara burung kedasih tersebut.

Burung dengan nama latin Cuculus Merlinus ini di mancanegara dikenal sebagai plaintive cuckoo, selain itu juga memiliki kekerabatan dengan European cuckoo (Cuculus canorus). Perlu diketahui juga, ternyata dalam kehidupan nyata burung kedasih ternyata memliki warna bulu yang cukup cantik. Selain itu buurng kedasih juga beragam jenisnya, berikut ini jenis-jenis burung kedasih yang ada di Indonesia:

1. Burung Wiwik Uncuing
Wiwik uncuing atau cocomantis sepulcralis merupakan salah satu jenis burung kedasih yang paling banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Burung wiwik uncuing dewasa biasanya memiliki kepala berwarna abu-abu. Sedangkan punggung, sayap dan ekor berwarna coklat keabu-abuan dengan tubuh bagian bawah berwarna merah karat, hampir sama dengan wiwik kelabu namun warnanya lebih gelap. Burung kedasih dengan jenis ini memiliki sifat parasit dan banyak menyerang sarang kipasan. Makanan utama burung ini adalah ulat bulu, belalang dan serangga lainnya.

2. Burung Wiwik Kelabu
Wiwik kelabu atau cocomantis merulinus ini meruapakan burung kedasih yang memiliki ukuran lebih kecil dari wiwik uncuing, burung dewasanya memiliki kepala yang berwarna keseluruhan abu-abu, punggung yang berwarna coklat dengan perut dan ekor berwarna merah sawo matang. Dan untuk burung mudanya bisa dilihat dari bagian atasnya berwarna coklat garis-garis hitam dan bagian bawah keputih-putihan.

Sama seperti wiwik uncuing, wiwik kelabu juga merupakan burung parasite dan lebih sering menyerang sarang cica daun, cinenen, perenjak atau ciblek dan pijantung. Dan untuk telornya sendiri berwarna kebiru-biruan yang berjumlah 1 butir. Perkembang biakannya biasanya pada bulan oktober, februari dan April.

3. Burung Wiwk lurik
Wiwik lurik atau cocomantis sonneratii merupakan burung kendasih yang memiliki tubuh bagian atas yang berwarna coklat terang dengan tubuh bagian bawah keputih-putihan bergaris hitam halus dan alis bergaris pucat. Iris matanya berwarna kuning, paruh atas berwarna kehitaman, paruh bawah berwarna kekuningan dan kaki berwarna abu-abu.


Burung kendasih jenis ini lebih sering terdengar suaranya saja, tetapi sangat jarang bahkan sulit untuk terlihat penampakannya. Makanan utama burung tersebut adalah ulat, kupu-kupu, larva jenis hemiptera dan serangga yang lainnya. Burung ini sering menyerang chloropsis dan Muscicapidae untuk menyimpan telurnya, biasanya pada bulan oktober dan februari hingga juni.

4. Burung Kedasih Hitam
Kedasih hitam atau scurnilus lugubris merupakan burung kedasih yang berbeda dengan jenis lainnya, burung ini berwarna hampir keseluruhan hitam mengkilap dengan paha putih dan bulu penutup ekor bawah juga putih. Untuk burung mudanya bulu hitamnya dipenuhi bitnik-bintik putih yang tidak merata. Memiki iris mata coklat dan kuning, paruh berwarna hitam dengan kaki yang berwarna abu-abu.

Melihat dari bentuknya burung kedasih hitam ini, orang-orang sering menyamakan dengan burung srigunting namun berbeda jauh baik dari bentuk tubuh, gerakan dan juga cara terbangnya. Makanan utama burung kedasih hitam ini adalah buah-buahan, ulat, laba-laba, kumbang dan serangga yang lainnya. Burung ini pun bersifat sama yaitu parasite.

Dan itulah 4 jenis burung kedasih yang ada di Indonesia. Sangat banyak sekali keunikan dan ragam burung kedasih atau wiwik yang ada di Indonesia. Jadi jika disekitar terdengar suaranya, jangan selalu dikait-kaitkan dengan hal yang berbau mistis, lebih baik nikmati saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *